Posted by: buchip on: March 6, 2009
Moms…
Sekarang ini anak-anak, terutama anak-anak saya lebih familiar dengan lagu berbahasa Inggris. Ini karena tontonannya Barney, Playhouse Disney… ditambah lagi di sekolah juga lebih sering menyanyikan lagu anak-anak asing. Nah, berhubung saya punya keyakinan bahwa anak-anak saya harus menguasai budaya & bahasa Ibu sebelum menguasai budaya & bahasa asing so saya dan suami pun dengan semangat 45 selalu mengajak anak-anak bernyanyi lagu anak Indonesia.
Nah buat para moms yang ingin mengajak anak bernyanyi lagu-lagu yang dulu kita nyanyikan tapi agak-agak lupa, ini nih beberapa contekan liriknya. Selamat Bernyanyi!!
**Aku Seorang Kapiten**
Aku seorang Kapiten
mempunyai pedang panjang
Kalau berjalan prok-prok-prok
Aku seorang Kapiten
**Awan**
Kulihat awan
Seputih kapas
Arak berarak dilangit luas
Andai kudapat
Kesana terbang
Akan kuraih kubawa pulang
**Anjing Kecil**
Aku punya anjing kecil
Kuberi nama Helly
Dia senang bermain-main
Sambil berlari-lari
Helly! Guk! Guk! Guk!
Kemari! Guk! Guk! Guk!
Ayo lari-lari…
Helly! Guk! Guk! Guk!
Kemari! Guk! Guk! Guk!
Ayo lari-lari
**Balonku**
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR!
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat
**Bangun Tidur**
Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis Mandi kutolong ibu
Membersihkan tempat tidurku
**Bintang Kecil**
Bintang kecil, di langit yang tinggi
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada
**Bintang Kejora**
Kupandang langit penuh bintang bertaburan
Berkelap kelip seumpama bintang berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah s’lalu
**Bunda Piara**
Bila kuingat lelah Ayah bunda
Bunda piara piara akan daku
sehingga aku besarlah
Waktuku kecil hidupku
amatlah senang
senang dipangku dipangku dipeluknya
serta dicium dicium dimanjakan
namanya kesayangan
**Burung Kakaktua**
Burung kakaktua
hinggap di jendela
Nenek sudah tua
giginya tinggal dua
Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la
Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la
Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la
Burung kakaktua
**Burung Kutilang**
dipucuk pohon cempaka
burung kutilang berbunyi
bersiul, siul sepanjang hari
dengan tak jemu jemu
mengangguk angguk sambil berseru
trilili lili lilili
sambil berlompat lompatan
paruhnya slalu terbuka
digeleng gelengkan kepalanya
menentang langit biru
tandanya iasuka berseru
trilili lili lilili
**Cicak-cicak di Dinding**
cicak-cicak di dinding
diam diam merayap
datang seekor nyamuk
hap … lalu ditangkap
**Dua Mata Saya**
dua mata saya
hidung saya satu
dua kaki saya pakai sepatu baru
dua telinga saya
yang kiri dan kanan
satu mulut saya
tidak berhenti makan
**Gelang Sipaku Gelang**
gelang sipaku gelang
gelang si rama rama
mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama
mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama
Sayonara sayonara
Sampai berjumpa pulang
Sayonara sayonara
Sampai berjumpa pulang
Buat apa susah
Buat apa susah
Susah itu tak ada gunanya
**Kapal Api**
Lihatlah sebuah titik jauh di tengah laut,
s’makin lama s’makin jelas bentuk rupanya
Itulah kapal api yang sedang berlayar,
asapnya yang putih mengepul di udara
**Kasih Ibu**
Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.
**Kebunku**
Lihat kebunku
penuh dengan bunga
ada yang putih,
dan ada yang merah
setiap hari
ku siram semua
mawar melati,
semuanya indah!
**Keranjang Sampah**
Jika kumakan pisang
tidak dengan kulitnya
Kulit kulempar k’ranjang
Keranjang sampah namanya
Keranjang sampah namanya
**Kring Kring…**
Kring-kring-kring ada sepeda
Sepedaku roda tiga
Kudapat dari ayah
karena rajin belajar
Tok-tok-tok ada sepatu
Sepatuku kulit lembu
Kudapat dari ibu
karena rajin membantu
**Kupu-Kupu**
Kupu-kupu yang lucu
kemana engkau terbang
hilir mudik mencari
bunga-bunga yang kembang
berayun ayun
pada tangkai yang lemah
tidakkah sayapmu
merasa lelah
**Kunang-Kunang**
Kunang-kunang, hendak ke mana
Kelap-kelip indah sekali
Gemerlap, bersinar
seperti bintang di malam hari
Kunang-kunang, terbang ke sini
Ke tempatku singgah dahulu
Kemari, kemari
Hinggaplah di telapak tanganku
**Layang-layang**
Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang
Bermain berlari
Bermain layang-layang
Berlari kubawa ke tanah lapang
Hatiku riang dan senang
**Naik Delman**
Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
naik delman istimewa ku duduk di muka
Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendarai kuda supaya baik jalannya
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s’patu kuda
**Naik Gunung**
Naik – naik, ke puncak gunung
tinggi – tinggi sekali
Naik – naik, ke puncak gunung
tinggi – tinggi sekali
Kiri – kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
Kiri – kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
**Naik Becak**
saya mau tamasya
berkeliling keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak
kereta tak berkuda
becak, becak, coba bawa saya
saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan asyik
ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari
bagaikan tak berhenti
becak, becak, jalan hati-hati
**Naik Kereta Api**
Naik kereta api … tut … tut … tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung … Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
**Nina Bobo**
Nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk
Bobolah bobo adikku sayang,
Kalau tidak bobo digigit nyamuk
**Pelangi**
Pelangi pelangi
alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau
di langit yang biru
Pelukismu Agung, siapa gerangan
Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan!
**Pergi Belajar**
Oh Ibu dan Ayah
Selamat Pagi
kupergi sekolah sampai kan nanti
selamat belajar nak penuh semangat
rajinlah selalu tentu kau dapat
hormati gurumu sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman
**Satu satu aku sayang Ibu**
Satu satu, aku sayang ibu!
Dua dua, juga sayang ayah!
Tiga tiga.. sayang adik kakak!
Satu-dua-tiga, sayang semuanya!
**Selamat Ulang Tahun**
Selamat ulang tahun,
kami ucapkan.
Selamat panjang umur
Kita ‘kan doakan.
Selamat sejahtera,
sehat sentosa
Selamat panjang umur
dan bahagia
**Si Kancil Nakal**
Si Kancil anak nakal
Suka mencuri timun
Ayo lekas ditangkap
Jangan diberi ampun
**Soleram**
Soleram soleram
Soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya
**Taman Kanak-Kanak**
Taman yang paling indah
hanya taman kami
Taman yang paling indah
hanya taman kami
Tempat bermain
berteman banyak
itulah taman kami
taman kanak-kanak
**Topi Saya Bundar**
Topi saya bundar.
Bundar topi saya.
Kalau tidak bundar,
bukan topi saya!
**Tukang Kayu**
Katakan padaku hei tukang kayu
bagaimana caranya
memotong kayu
Lihat, lihat, lihat anakku
beginilah caranya
memotong kayu
sumber :
http://id.wikibooks.org/wiki/Lirik_Lagu-lagu_Anak_Indonesia
Posted by: buchip on: March 6, 2009
Hi Moms!
Membaca komen teman saya Farinia, pada tulisan “Lagu Untuk Si Kecil”. Saya jadi ingat pengalaman saya dan suami yang sering kelabakan kalau ditodong Luna untuk menyanyikan lagu anak-anak asing.
Berhubung Luna adalah fans berat Barney (bayangkan waktu dia berumur 2 tahun, 1 film Barney bisa diputar 3 kali nonstop!!), jadi Luna banyak sekali mengenal lagu anak-anak berbahasa Inggris. Ditambah lagi kemudian dia bersekolah di sekolah yang berbahas Inggris, so lagu-lagu yang di ajarkan ya lagu asing pastinya. Seringkali saya mendapat Luna yang semangat 45 menyanyikan lagu-lagu asing tadi dengan lirik yang ngaco. Akhirnya saya browsing dong di internet, ngumpulin lirik-lirik lagu anak asing atau yang dalam bahasa bule disebut dengan Nursery Rhymes. Nah ini dia hasil perburuan saya… Semoga bisa menambah perbendaharaan lagu para Moms! Okay Mom, Happy Singing!
**Twinkle, Twinkle Little Star**
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are.
Up above the world so high,
Like a diamond in the sky.
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!
**Baa Baa Black Sheep**
Baa, baa, black sheep,
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full.
One for my master,
One for my dame,
And one for the little boy
Who lives down the lane.
**Alphabet Song**
A – B – C – D – E – F – G
H – I – J – K – L – M – N – O – P
Q – R – S – T – U and V,
W – X – Y and Z
Now I know my A – B – C’s
Next time won’t you sing with me?
**Head, Shoulders, Knees and Toes**
Head, Shoulders, Knees and Toes,
Knees and Toes
Head, Shoulders, Knees and Toes,
Knees and Toes
And Eyes and Ears and Mouth and Nose
Head, Shoulders, Knees and Toes
**Eensy Weensy Spider (Itsy Bitsy Spider)**
Eensy weensy spider
Went up the water spout
Down came the rain
And washed the spider out
Out came the sun and dried up all the rain
Now the eensy weensy spider
Went up the spout again.
**Rock-A-Bye, Baby**
Rock-a-bye, baby,
In the treetop,
When the wind blows
The cradle will rock;
When the bough breaks
The cradle will fall,
And down will come baby,
Cradle and all.
**Hickory, Dickory, Dock!**
Hickory, dickory, dock!
The mouse ran up the clock;
The clock struck one,
The mouse ran down,
Hickory, dickory, dock!
**I Love You, You Love Me** (from the Barney)
I love you
You love me
We’re a happy family
With a great big hug
And a kiss from me to you
Won’t you say you love me too?
I love you
You love me
We’re best friends
Like friends should be
With a great big hug
And a kiss from me to you
Won’t you say you love me too?
**Ten Little Indians**
One little
Two little
Three little indians
Four little
Five little
Six little indians
Seven little
Eight little
Nine little indians
Ten little indian boys
**Row, Row, Row Your Boat**
Row, row, row your boat
Gently down the stream.
Merrily, merrily, merrily, merrily,
Life is but a dream.
**You Are My Sunshine**
You are my sunshine
My only sunshine
You make me happy
When skies are grey
You’ll never know dear
How much I love you
Please don’t take my sunshine away.
**Old MacDonald**
Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!
And on his farm he had some chicks,
Ee i ee i oh!
With a cluck-cluck here,
And a cluck-cluck there
Here a cluck, there a cluck,
Everywhere a cluck-cluck
Old MacDonald had a farm
Ee i ee i oh!
Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!
And on his farm he had some cows,
Ee i ee i oh!
With a moo-moo here,
And a moo-moo there
Here a moo, there a moo,
Everywhere a moo-moo
Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!
Old MacDonald had a farm,
Ee i ee i oh!
And on his farm he had some pigs,
Ee i ee i oh!
With an oink-oink here,
And an oink-oink there
Here an oink, there an oink,
Everywhere an oink-oink
Old MacDonald had a farm
Ee i ee i oh!
**Rain, Rain, Go Away**
Rain, rain, go away,
Come again another day,
Rain, rain, go to spain.
Never show your face again.
**London Bridge**
London Bridge is falling down,
Falling down, falling down.
London Bridge is falling down,
My fair lady!
Build it up with iron bars,
Iron bars, iron bars.
Build it up with iron bars,
My fair lady!
Iron bars will bend and break,
Bend and break, bend and break.
Iron bars will bend and break,
My fair lady!
Build it up with needles and pins,
Needles and pins, needles and pins.
Build it up with needles and pins,
My fair lady!
Pins and needles rust and bend,
Rust and bend, rust and bend.
Pins and needles rust and bend,
My fair lady!
**Mary Had a Little Lamb**
Mary had a little lamb,
Little lamb, little lamb;
Mary had a little lamb
Its fleece was white as snow.
Now, everywhere that Mary went,
Mary went, Mary went;
Now everywhere that Mary went,
The lamb was sure to go.
It followed her to school one day,
School one day, school one day;
It followed her to school one day,
Which was against the rule.
It made the children laugh and shout,
Laugh and shout, laugh and shout;
It made the children laugh and shout,
To see a lamb at school.
**Mister Sun**
Oh Mister Sun, Sun,
Mister Golden Sun,
Please shine down on me
Oh Mister Sun, Sun,
Mister Golden Sun,
Hiding behind a tree…
These little children
Are asking you
To please come out
So we can play with you
Oh Mister Sun, Sun,
Mister Golden Sun,
Please shine down on me!
**If You’re Happy and You Know It**
If you’re happy and you know it, clap your hands (clap clap)
If you’re happy and you know it, clap your hands (clap clap)
If you’re happy and you know it, then your face will surely show it
If you’re happy and you know it, clap your hands. (clap clap)
If you’re happy and you know it, stomp your feet (stomp stomp)
If you’re happy and you know it, stomp your feet (stomp stomp)
If you’re happy and you know it, then your face will surely show it
If you’re happy and you know it, stomp your feet. (stomp stomp)
If you’re happy and you know it, shout “Hurray!” (hoo-ray!)
If you’re happy and you know it, shout “Hurray!” (hoo-ray!)
If you’re happy and you know it, then your face will surely show it
If you’re happy and you know it, shout “Hurray!” (hoo-ray!)
If you’re happy and you know it, do all three (clap-clap, stomp-stomp, hoo-ray!)
If you’re happy and you know it, do all three (clap-clap, stomp-stomp, hoo-ray!)
If you’re happy and you know it, then your face will surely show it
If you’re happy and you know it, do all three. (clap-clap, stomp-stomp, hoo-ray!)
**If All the Raindrops**
If all the raindrops were lemondrops and gumdrops
Oh, what a rain that would be!
Standing outside, with my mouth open wide
Ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah
If all the raindrops were lemondrops and gumdrops
Oh, what a rain that would be!
If all the snowflakes were candy bars and milkshakes
Oh, what a snow that would be!
Standing outside, with my mouth open wide
Ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah
If all the snowflakes, were candy bars and milkshakes
Oh, what a snow that would be!
If all the sunbeams were bubble-gum and ice cream
Oh, what a sun that would be!
Standing outside, with my mouth open wide
Ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah
If all the sunbeams were bubble-gum and ice cream
Oh, what a sun that would be!
**Bingo**
There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
B-I-N-G-O!
B-I-N-G-O!
B-I-N-G-O!
And Bingo was his name-o!
There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap)-I-N-G-O!
(Clap)-I-N-G-O!
(Clap)-I-N-G-O!
And Bingo was his name-o!
There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap)-N-G-O!
(Clap, clap)-N-G-O!
(Clap, clap)-N-G-O!
And Bingo was his name-o!
There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap, clap)-G-O!
(Clap, clap, clap)-G-O!
(Clap, clap, clap)-G-O!
And Bingo was his name-o!
There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap, clap, clap)-O!
(Clap, clap, clap, clap)-O!
(Clap, clap, clap, clap)-O!
And Bingo was his name-o!
There was a farmer had a dog,
And Bingo was his name-o.
(Clap, clap, clap, clap, clap)
(Clap, clap, clap, clap, clap)
(Clap, clap, clap, clap, clap)
And Bingo was his name-o!
**The Animal Fair**
I went to the animal fair,
The birds and the beasts were there,
The big baboon by the light of the moon
Was combing his auburn hair,
The monkey bumped the skunk,
And sat on the elephant’s trunk;
The elephant sneezed and fell to his knees,
And that was the end of the monk,
The monk, the monk, the monk,
The monk, the monk, the monk.
**The Bus Song (Wheels on the Bus)**
The wheels on the bus go round and round
Round and round, round and round
The wheels on the bus go round and round
All through the town.
The wipers on the bus go “Swish, swish, swish,
Swish, swish, swish, swish, swish, swish”
The wipers on the bus go “Swish, swish, swish”
All through the town.
The door on the bus goes open and shut
Open and shut, open and shut
The door on the bus goes open and shut
All through the town.
The horn on the bus goes “Beep, beep, beep
Beep, beep, beep, beep, beep, beep”
The horn on the bus goes “Beep, beep, beep”
All through the town.
**Five Little Chickadees**
Five little chickadees knocking at the door
One flew away and then there were four.
Chickadee, chickadee, happy today.
Chickadee, chickadee, fly away.
Four little chickadees singing in a tree
One flew away and then there were three.
Chickadee, chickadee, happy today.
Chickadee, chickadee, fly away.
Three little chickadees looking at you
One flew away and then there were two.
Chickadee, chickadee, happy today.
Chickadee, chickadee, fly away.
Two little chickadees sitting in the sun
One flew away leaving only one.
Chickadee, chickadee, happy today.
Chickadee, chickadee, fly away.
One little chickadees not having any fun
She flew away and then there were none.
Chickadee, chickadee, happy today.
Chickadee, chickadee, fly away.
**My Bonnie Lies Over the Ocean**
My Bonnie lies over the ocean,
My Bonnie lies over the sea.
My Bonnie lies over the ocean,
Oh bring back my Bonnie to me.
Bring back, bring back,
Oh, bring back my Bonnie to me, to me!
Bring back, bring back,
Oh, bring back my Bonnie to me.
sumber :
http://www.kididdles.com/lyrics/
http://www.theteachersguide.com/
http://www.nurseryrhymes4u.com/
Posted by: buchip on: February 17, 2009
Dear Moms,
Begitu bayi kita memasuki usia 6 bulan, mereka sudah mulai bisa dikenalkan makanan padat. Para Moms pasti excited banget kan, mau ngasih makan bayinya?
Bila memungkinkan, beri bayi kita tercinta makanan buat sendiri dari pada melulu diberikan makanan instan. Lebih sehat, fresh dan juga lebih murah lho!
Anak pertama saya Luna, alergi terhadap semua jenis makanan instant bubuk. Berbagai merk saya coba nggak ada yang bisa masuk. Baru dikasih satu sendok, muntahnya bisa mencapai 12 kali! Huhuhu … sedih banget ngeliat bayi mungil harus muntah berkali-kali. Karena keadaan inilah akhirnya saya harus membuat makanan sendiri. Untungnya anak saya yang kedua Mano, tidak alergi pada makanan instant bubuk. Tapi karena sudah terbiasa memberikan makanan fresh, jadi saya memutuskan tetap memasak sendiri makanan untuk Mano. Gimana ya… hmm… kalo menurut saya rasa makanan instant bubuk itu terlalu artificial gitu loh… Tapi itu menurut pendapat saya lho! Namun begitu saya nggak anti lho sama makanan instant, untuk keadaan darurat atau kala traveling terkadang saya membawa makanan instant yang dikemas dalam botol kaca. Untuk makanan instant jenis ini Luna tidak alergi, cuma harganya lumayan mahal hehehe…
Untuk para Moms saya mau sharing beberapa resep makanan bayi, yang cukup simple untuk dipraktekkan. Resep-resep ini diadaptasi dari beberapa buku resep dan dari hasil googling, sudah pasti resep-resep berikut adalah yang disukai Luna dan Mano.
Tips dari saya, percaya atau tidak dari pengalaman saya kalau saat memasak makanan bayi mood kita oke dan kita sangat enjoy. Makanan apa pun yang kita buat pasti bayi suka! Ok Moms, Happy Cooking!
** Resep Mulai Usia 6 bulan keatas **
PUREE PISANG
Makanan pertama bayi yang paling populer.
Bahan
1 atau ½ buah pisang ambon.
Cara Membuat
Belah pisang, buang bijinya, kerok dengan sendok.
Haluskan pisang yg sudah dikerok dengan blender, terutama untuk bayi kecil.
Variasi
- Sebagai variasi rasa, puree pisang dapat dicampur dengan susu formula/asi secukupnya.
- Dapat juga dicampur dengan perasan air jeruk baby/medan.
Notes :
Pemberian pisang yang terus menerus dapat menyebabkan susah BAB. Jika BAB bayi susah, stop pemberian pisang dan ganti dengan jus papaya untuk melancarkan BAB.
JUS PEPAYA
Makanan kedua bayi yang paling populer.
Bahan
100 gram papaya, potong kecil.
Cara Membuat
Haluskan pepaya yang sudah dipotong-potong dengan blender. .
Variasi
- Sebagai variasi rasa, jus pepaya dapat dicampur dengan perasan air jeruk baby/medan.
Notes :
Pemberian pepaya yang terus menerus dapat menyebabkan susah diare. Jika terjadi diare stop pemberian pepaya dan ganti dengan puree pisang untuk menyetop diare.
PUREE PISANG – PEPAYA
Bahan :
½ buah pisang ambon.
50 gram pepaya
Cara Membuat :
Belah pisang, buang bijinya, kerok dengan sendok.
Pepaya di potong kecil-kecil.
Haluskan pisang yg sudah dikerok dan papaya dengan blender. Sajikan.
Variasi :
- Sebagai variasi rasa, puree pisang dapat dicampur dengan susu formula/asi secukupnya.
- Dapat juga dicampur dengan perasan air jeruk baby/medan.
BUBUR SUSU
Diadaptasi dari buku “Makanan untuk Tumbuh Kembang Bayi” oleh Tuti Soenardi.
Bahan :
2 sdm peres tepung beras
180 cc susu formula/asi
Cara Membuat :
Cairkan tepung beras dengan 50 cc susu formula/asi.
Rebus sisa susu hingga mendidih, masukkan cairan tepung beras.
Aduk terus dengan sendok kayu hingga mengental. Angkat, biarkan agak dingin dan hidangkan.
Variasi :
- Sebagai variasi rasa bisa ditambahkan air perasan jeruk (jeruk baby/medan) yang daimbil dari ½ atau 1 buah jeruk.
Notes :
- Jika porsi resep kebanyakan, bisa dibuat setengah resep yaitu 1 sdm tepung beras dan 90cc susu formula/asi.
BUBUR SUSU PISANG
Bahan :
2 sdm peres tepung beras
180 cc susu formula/asi
1 buah pisang ambon matang, buang biji dan kerok dengan sendok.
Cara Membuat :
Cairkan tepung beras dengan 50 cc susu formula/asi.
Rebus sisa susu hingga mendidih, masukkan pisang yang sudah di kerok dan cairan tepung beras.
Aduk terus dengan sendok kayu hingga mengental. Angkat, biarkan agak dingin dan hidangkan.
Variasi :
- Sebagai variasi rasa bisa ditambahkan air perasan jeruk (jeruk baby/medan)
Notes :
- Jika porsi resep kebanyakan, bisa dibuat setengah resep yaitu 1 sdm tepung beras, 90cc susu formula/asi, ½ pisang ambon.
PUREE APEL
Ini adalah salah satu makanan favorit anak-anak saya waktu masih bayi.
Bahan :
1 buah apel manalagi/malang
Cara Membuat :
Kupas apel dan belah enam.
Kukus apel dalam dandang, sampai empuk.
Setelah itu haluskan apel yang telah dikukus dengan blender. Sajikan.
Variasi :
- Sebagai variasi rasa bisa ditambahkan susu formula/ asi secukupnya
PUREE APEL & WORTEL
Bahan :
1 buah apel manalagi/malang
50 gram wortel (sebaiknya wortel import)
Cara Membuat :
Kupas apel dan belah enam.
Kupas wortel dan belah 4.
Kukus apel dan wortel dalam dandang, sampai empuk.
Setelah itu haluskan apel dan wortel yang telah dikukus dengan blender. Sajikan.
Variasi :
- Sebagai variasi rasa bisa ditambahkan air perasan jeruk (jeruk baby/medan)
Posted by: buchip on: February 15, 2007
Seumur hidup, saya paling alergi kalau disuruh menyanyi karena saya sadar betul kualitas suara yang pas-pasan. Pokoknya yang namanya menyanyi di depan orang lain itu hampir tidak pernah saya lakukan kecuali kepepet. Yang termasuk kategori kepepet adalah menyanyi di depan kelas waktu sekolah dulu. Kalau nyanyi-nyanyi sendiri sih terus terang sering saya lakukan, dengan catatan volume suara pelan dan sudah yakin situasi aman (tidak ada yang mendengar).
Nah, lain cerita ketika Luna telah hadir di dunia ini. Di bulan-bulan awal kelahiran Luna, seperti layaknya seorang bayi Luna sering sekali menangis. Terutama di malam hari menjelang tidur. Kadangkala saya dan ayahnya Luna tidak bisa menemukan penyebab ia menangis. Kami pun mencoba berbagai cara untuk menenangkan Luna, menggendong, mengayun-ayun dalam gendongan, mendinginkan kamar, memutarkan musik, tapiiii…. ia masih saja menangis. Sampai suatu kali tanpa sadar saya bersenandung (saking udah bingung banget). Eh.. tangis Luna kok mereda?
Akhirnya saya teruskan saja bersenandung dan bernyanyi, saya sudah tidak mikir lagi apakah tetangga mendengar kalau beberapa kali ada nada yang ‘kesleo’ alias fals dari suara saya, yang penting Luna tenang dan tertidur. Dan selanjutnya setiap malam saya dan suami selalu bernyanyi untuk Luna secara bergantian, ditambah lagi sambil bergoyang mengayun Luna yang ada dalam gendongan kami. Menyanyi jadi salah satu senjata ampuh kami untuk menidurkan Luna. Dan untuk membuat Luna tertidur terkadang tidak cukup satu dua lagu… Kami pun tidak peduli berapa lagu yang telah kami nyanyikan, pokoknya Luna tertidur. Sering juga kami kehabisan stok lagu karena sudah banyak lirik lagu anak-anak yang kami lupa
.
Sampai suatu malam setelah Luna tertidur, sambil kelelahan habis bernyanyi saya dan suami merasa geli menyadari kami berdua sekarang jadi pandai bernyanyi dan menari. Ternyata walaupun suara kita jelek, sember dan fals namun tetap dapat membuat bayi kita terbuai. Jadi bernyanyilah untuk bayi anda, karena hanya suara kedua orangtuanya yang bisa menenangkan dan membuat bayi kita nyaman. Selamat bernyanyi!
Posted by: buchip on: February 15, 2007
Moms, berikut ini beberapa lagu (pilihan saya) yang cocok dilantunkan untuk membuai si kecil tidur…. Selamat Bernyanyi!
#Belaian Sayang#
[cipt: Bing Slamet]
waktu hujan turun, rintik perlahan
bintang pun menepi, awan menebar
ku timang si buyung, belaian sayang
anakku seorang tidurlah tidur
ibu menjaga, ayah mendoa
agar kau kelak jujur melangkah
jangan engkau lupa tanah pusaka
tanah air kita indonesia
#Brahms’ Lullaby#
(Johannes Brahms — Celine Dion, Miracle album)
Lullaby and good night
In the sky stars are bright
Around your head flowers gay
Set your slumbers till day
Lullaby and good night
In the sky stars are bright
Around your head flowers gay
Set your slumbers till day
Close your eyes now and rest
May these hours be blessed
Close your eyes now and rest
May these hours be blessed
Bonne nuit cher enfant
Dans tes langes blanches
Repose joyeux en rêvant des cieux
Quand le jour reviendra
Tu te réveilleras
Quand le jour reviendra
Tu te réveilleras
Lullaby and good night
In the sky stars are bright
Around your head flowers gay
Set your slumbers till day
#What A Wonderful World#
I see trees of green… red roses too
I see them bloom… for me and you
And I think to myself… what a wonderful world.
I see skies of blue… and clouds of white
Bright blessed days…. dark sacred nights
And I think to myself… what a wonderful world.
The colors of a rainbow… so pretty in the sky
Are also on the faces… of people passing by
I see friends shaking hands…..sayin’.. how do you do?
They’re really sayin’… I love you.
I hear babies cry… I watch them grow
They’ll learn much more… than I’ll never know
And I think to myself… what a wonderful world
Posted by: buchip on: February 13, 2007
Mempersiapkan perlengkapan untuk bayi yang akan lahir itu very excited! Apalagi bagi mereka yang sedang menanti kelahiran anak pertama. Saya sendiri dari awal kehamilan sudah sibuk-sibuk mensurvey perlengkapan bayi apa saja yang harus dibeli. Rasanya nggak sabar menunggu saat berbelanja perlengkapan bayi tiba. Di Indonesia berlaku mitos bahwa membeli perlengkapan bayi saat usia kehamilan masih muda adalah pamali, sebaiknya perlengkapan si jabang bayi baru dibeli setelah usia kehamilan 7 bulan. Saya kurang paham apa alasan yang mendasari mitos tersebut. Ada yang bilang kalau dibeli saat usia kehamilan masih muda bisa terjadi apa-apa dengan si bayi. Tetapi ada seorang teman saya yang berbelanja perlangkapan bayi dari usia kandungan 4 bula, alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dengan bayinya. Saya sendiri tidak terlalu memusingkan mitos-mitos seperti itu, kalaupun saya baru berbelanja setelah usia kandungan 7 bulan lebih dikarenakan pada saat tersebut uang untuk membeli perlengkapan bayi baru terkumpul. Hehehe…Jadi kesimpulannya waktu yang tepat untuk berbelanja perlengkapan bayi tergantung kesiapan anda saja. Kalau mau mengikuti mitos yang berlaku pun sah-sah saja.
Sebagai calon orang tua baru yang pastinya belum berpengalaman sama sekali, saya sempat kebingungan harus menyiapkan apa saja. Apalagi kalau ketika pergi ke toko peralatan bayi kita akan disodori daftar panjang perlengkapan bayi oleh penjaga toko. “Aaaahhh…. Banyak banget??!!”. “Cukup gak ya uangnya?” Hehehe… Namanya juga jualan, pastinya embak-embak penjaja perlengkapan bayi akan meyakinkan kita bahwa semua barang itu penting. Oh tidak!. Lucky me, akhirnya saya dibantu oleh teman-teman yang sudah punya anak. Dengan baik hati mereka membuatkan saya daftar keperluan barang yang memang diperlukan pada bulan-bulan awal kelahiran. Karena ternyata perlengkapan bayi itu terbagi dalam beberapa kategori, yaitu : yang wajib dimiliki, yang tidak wajib dimiliki, yang bisa dibeli nanti dan yang bisa dipinjam dari teman atau saudara. Setelah mendapat daftar panjang dari teman-teman baru deh saya menyortir lagi daftar tersebut dengan mengelompokkan barang mana saja yang bisa dipinjam dan akan dibeli. Ternyata membuat daftar perlengkapan bayi sebelum belanja, sangat membantu.
Yang juga membingungkan adalah memilih tempat belanja perlengkapan bayi. Sebab di Jakarta ini ada baaaaanyak sekali pilihan took yang mejual khusus perlengkapan bayi dari gerai yang ada di mall-mall (tentunya harga lebih tinggi) hingga toko-toko kelas ITC yang harganya bersaing. Akhirnya saya putuskan berbelanja di toko langganan teman yang berlokasi di ITC yang tidak terlalu jauh dari rumah. Berhubung toko tersebut lengkap, maka saya putuskan membelanjakan semua yang ada didaftar pada toko tersebut. Dengan begitu saya mendapat banyak keuntungan, pertama karena kita membeli banyak kita jadi bisa menawar dengan haraga miring pada si penjual. Kedua hemat waktu dan yang terakhir saya jadi tidak tergoda melihat-lihat di toko lain karena budget untuk belanja keperluan bayi sudah saya habiskan disatu toko
.
Tips Mempersiapkan Perlengkapan Bayi ala New Mom on the Blog:
Posted by: buchip on: February 12, 2007
Jadwal Imunisasi yang Diwajibkan PPI (Program Pengembangan Imunisasi) – Pemerintah RI
>>Lahir : Hepatitis B (I), Polio (I)
>>Antara Lahir s/d 2Bulan : BCG,
>>Usia 1 bulan : Hepatitis B (II)
>>Usia 2 bulan : DPT (I), Polio (II)
>>Usia 4 bulan : DPT (II), Polio (III)
>>Usia 6 bulan : DPT (III), Polio (IV)
>>Usia 9 bulan : Campak (I)
>>Usia 18 bulan : DPT (IV), Polio (V)
>>Usia 5 tahun : DPT (V), Polio (VI)
>>Usia 6 tahun : Campak (II)
>>Usia 12 tahun : DT/TT
Jadwal Imunisasi Tambahan yang Dianjurkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
>>Usia 2 bulan : HiB (I)
>>Usia 4 bulan : HiB (II)
>>Usia 6 bulan : HiB (III)
>>Usia 15 bulan : MMR (I)
>>Usia 18 bulan : HiB (IV)
>>Usia 24 bulan : Tifus, Hepatitis A (I)
>>Usia 30 bulan : Hepatitis A (II)
>>Usia 6 tahun : MMR (II)
>>Usia 10-12 tahun : Varisela/Cacar Air
[sumber buku Panduan Imunisasi -- Seri Nakita]
Posted by: buchip on: February 12, 2007
Berikut ini sederet daftar perlengkapan untuk bayi yang baru lahir hingga peralatan bayi usia 6 bulan keatas serta perlengkapan untuk Ibu yang baru melahirkan. Tidak semua barang yang ada dalam daftar ini harus dimiliki, saya sendiri juga tidak memiliki semua barang yang terdaftar di bawah. Pada daftar yang saya buat ini, saya memberi tanda “optional” untuk barang yang tidak wajib dimiliki serta memberi keterangan tambahan untuk barang-barang bisa dipinjam serta waktu yang tepat untuk membelinya. Bagi yang ingin menambahkan daftar silahkan menggunakan fasilitas comment.
Ok, “Happy Baby Shopping!”.
Kebutuhan Utama Bayi
>>Pakaian
[½ lusin] stelan baju tangan panjang + celana panjang
[1lusin] atasan lengan pendek
[1lusin] atasan tanpa lengan
[1½ lusin] celana pop/celana pendek
[2-3] jumper/baju monyet
[2-3] celana tutup kaki **optional
[4-6 pasang] sarung kaki + sarung tangan
[1-2 buah] kaos kaki/sepatu bayi
[1] cardigan/jaket/baju hangat
[1] topi bayi
[½ lusin] singlet
[2 lusin] popok kain
[½ lusin] gurita
[1- 1½ lusin] bedong
[2-3 buah] alas dada/oto (bib)
[½ lusin] sapu tangan handuk
Perlengkapan Mandi & Ganti Pakaian
bak mandi *bisa dipinjam
penyangga/kursi mandi **optional
perlak mandi untuk alas ganti pakaian
alas karet anti slip ***jika menggunakan kursi mandi, alas ini bisa dibeli setelah bayi bisa duduk sendiri didalam bak
[2 buah] handuk bayi besar
[3-4 buah] washlap/sarung tangan handuk
sponge bath **optional
sabun mandi
shampoo ***bisa menggunakan yang two in one dengan sabun
baby lotion/baby cream
baby oil
baby cologne
diapers cream
bedak+tempatnya
minyak telon
lotion anti nyamuk
wet tissue
cotton buds
sisir+sikat bayi
gunting kuku bayi
1 pack newborn pampers
kapas bulat ***kalau mau irit beli kapas kiloan di apotik lalu bentuk bulat-bulat, simpan di toples
Perlengkapan Tidur
box/crib/tempat tidur bayi *bisa dipinjam
kasur ***sebaiknya baru
[2 pasang] bantal guling
Seprai, bumper/pengaman, kelambu
bantal peang (ada lekukan di bagian kepala)
selimut bayi
kojong/tudung **optional
[1 buah] perlak besar
[2 buah] perlak kecil
alat monitor bayi **optional & bisa dipinjam
Perlengkapan Minum & Makan
botol susu + dot )***beli 2-3 botol ukuran kecil, lainnya bisa dibeli setelah bayi lahir
sterilizer/panci untuk merebus botol ***pilih salah satu
penjepit untuk mengambil dot & botol
sabun + sikat cuci botol
box untuk menyimpan botol
milk powder container
bottle warmer **optional & bisa dipinjam
botol susu berujung sendok untuk memberikan ASI atau jus buah usia 6 bulan ke atas
training cup
perlengkapan makan bayi (sendok+piring,dll) ***untuk 6 bulan keatas
pemeras jeruk, parutan & saringan ***untuk 6 bulan keatas
food processor atau bisa menggunakan juicer atau saringan untuk melembutkan makanan tim ***untuk 6 bulan keatas
kursi makan **optional & bisa dipinjam
Kebutuhan Tambahan
thermometer
sedotan ingus (nose cleaner)
kassa
alcohol 70%
betadine
tas bayi **optional
play pens [boks tempat main bayi] **optional & bisa dipinjam
baby bouncer (kursi santai bayi) **optional & bisa dipinjam
Kebutuhan Travelling
stroller/kereta bayi *bisa dipinjam
gendongan bayi (sling)
car seat **optional & bisa dipinjam
carry cot (keranjang bayi) **optional & bisa dipinjam
Kebutuhan Ibu
[3 buah] BH menyusui
breast pads
gurita ibu
breast pump (pemompa asi) **optional
Posted by: buchip on: February 10, 2007
Begitu punya bayi tentunya kita akan berkenalan akrab dengan salah satu benda yang punya nama diapers atau dalam bahasa Indonesia disebut pospak (popok sekali pakai). Nah, saya mau sharing tentang pengalaman saya dengan diapers, saya memilih menggunakan istilah diapers karena lebih familier dari pada pospak. Walaupun di masyarakat orang lebih sering menyebut popok sekali pakai ini dengan salah satu nama produk diapers yang populer. Dari pada dikira mempromosikan produk tersebut, lebih baik kita pakai kata diapers saja, ok? Ibu saya pernah berkata betapa beruntungnya saya punya bayi dijaman yang sudah ada diapers. Sementara salah satu kakak ipar bercerita kalau 10 tahun yang lalu diapers itu barang langka di Indonesia, tidak seperti sekarang diapers mudah ditemukan di mini market sekalipun dan banyak pilihannya lagi. Yah, saya memang beruntung, soalnya nggak kebayang kalau sampai nggak ada diapers, mungkin saya akan sangat malas sekali mengajak Luna (anak saya) keluar rumah karena bawaan saya pasti bakalan banyak banget!.
Awalnya persoalan diapers ini tampak sepele. Tapi ternyata tidak se-simple yang saya kira (walaupun nggak bikin pusing juga sih). Berhubung dari rumah sakit dibekali beberapa bungkus diapers (merek ternama, gratis lagi! Hehehe…), saya jadi keenakan, apalagi keuntungan dari memakai diapers selain tidak bau pesing dan cucian tidak terlalu banyak, bayi dapat tidur lebih tenang dibandingkan dengan menggunakan popok kain yang membuat bayi jadi sering terbangun setiap kali pipis atau pup karena merasa tidak nyaman. Lalu banyak orang yang mengomentari “kasihan bayinya kalau dipakaikan diapers terus, kulitnya nggak bisa bernafas, padahal kulit bayi baru lahir masih sangat sensitif”. Saya jadi kepikiran “iya juga ya..”. Apalagi mendengar dan membaca cerita-cerita bayi yang mengalami ruam popok, malah ada yang sampai kulitanya lecet dan terkelupas segala. Hiii… saya jadi takut. Akhirnya, walaupun saya selalu menggunakan cream diapers untuk mencegah ruam popok dan sering mengganti diapers, saya memutuskan untuk membatasi pemakaiannya. Dari pagi hingga sore saya menggunakan popok kain. Malam hari baru menggunakan diapers supaya Luna tidur lebih nyenyak. Namun ketika Luna sudah lebih besar, sudah mulai makan dan banyak gerak (sudah bisa berguling, tengkurap, merangkak) saya memutuskan Luna kembali hanya memakai diapers setiap hari. Alasannya, Luna jadi lebih bersih apalagi saya mengurus Luna sendiri tidak ada yang membantu, jadi lebih praktis untuk saya. Dan kulit Luna juga sudah lebih kuat tidak lagi sensitif. Persoalan lain yang muncul adalah memilih diapers yang paling baik. Karena banyaknya pilihan diapers di pasaran, saya sempat bingung mau menggunakan merek yang mana. Masing-masing merek memiliki keunggulan yang berbeda ada yang mengaku memiliki daya serap tinggi, tak ada bocor, tidak menyebabkan ruam popok, terbuat dari bahan yang menyerupai kain dan sebagainya. Akhirnya saya mengadakan survey dengan menanyakan merek diapers apa yang dipilih teman-teman dan saudara yang memiliki bayi atau batita, dengan harapan saya akan menemukan merek yang paling diminati adalah yang paling unggul. Tapi ternyata setiap orang punya pilihan yang berbeda-beda. Tiap orang juga punya pengalaman yang berbeda dengan satu merek diapers. Si A bilang merek X paling bagus, menurut pengalamannya merek tersebut memang tidak pernah bocor. Tapi Si B bilang anaknya tidak bisa pakai diapers merek X karena selalu bocor. Nah lho? Jadi bingung kan? Belum lagi ada seorang teman yang bilang bahwa yang mahal dan merek import itu jaminan mutu, tapi teman yang lain dengan penuh keyakinan meyakinkan saya untuk pakai saja yang murah karena menurut pengalamannya sama saja kulitasnya dengan yang mahal. Wah, saya jadi tambah bingung deh.
Akhirnya atas anjuran seorang teman, saya sempat mencoba beberapa merek diapers. Dari yang paling mahal sampai yang paling murah pun saya coba, apalagi sekarang ini dijual kemasan kecil jadi kalau tidak cocok kita nggak rugi-rugi amat. Ternyata mencoba beberapa merek diapers adalah langkah yang paling tepat sebab keputusan akhir dari memilih diapers ada pada bayi dan kita. Selama masa coba-coba diapers ini, ada poin penting yang jadi penilaian utama yaitu diapers harus cocok dengan kulit Luna tidak menyebabkan ruam, lecet atau gatal dan nyaman dikenakan. Saya pernah membelikan salah satu diapers merek ternama tapi ternyata kulit sekitar pantatnya jadi beruntusan seperti biang keringat. Jadi merek popular bukan patokan pasti baik, karena kulit setiap anak berbeda-beda. Selanjutnya saya juga mempertimbangkan apakah ukuran dan bentuk diapers pas dengan tubuh anak saya, tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Sebab menurut pengalaman dan pengamatan saya setiap merek walaupun secara tertulis ukurannya sama tetapi ukuran riilnya berbeda, contoh dengan ukuran M (Medium) pada merek Z ketika saya pakaikan pada anak saya tampak kebesaran, tapi ukuran M (Medium) pada merek Y pas sekali di anak saya.
Saya juga punya cerita lain lagi dengan diapers kali ini mengenai perekatnya. Begini ceritanya… suatu saat saya memilih merek J karena harganya cukup murah. Setelah dicoba ternyata cocok juga dengan kulit Luna. Berarti beres kan? Ternyata tidak, bahan perekat diapers merek J itu plastik seperti selotip. Jadi ketika saya membuka perekat untuk mengecek apakah diapers sudah penuh atau untuk mengencangkan kembali diapers, perekat tidak mau lengket lagi. Jadi terpaksa dibuang deh, padahal diapers itu belum ternoda sama sekali. Mubazir kan? Alhasil saya harus menyediakan diapers merek J dalam jumlah banyak, jadi kalau dihitung ongkosnya sama saja dengan merek lain yang lebih mahal tetapi perekatnya bagus, tetap lengket walaupun sudah kita buka tutup berulang kali. Setelah menyortir beberapa merek diapers yang cocok dikulit anak saya, pertimbangan yang terakhir adalah memilih yang diapers harganya paling cocok dengan kantong J. Maksudnya jangan sampai memaksakan membeli diapers yang harganya tinggi bagi kita dengan mengurangi anggaran lain yang mungkin sama pentingnya dengan diapers. Saya sendiri beruntung karena memberikan ASI pada Luna saya jadi tidak ada pengeluaran untuk membeli susu formula, dana dialokasikan untuk membeli diapers yang jumlah totalnya perbulan (dengan pemakaian setiap hari 24 jam nonstop!) masih kurang dari setengah budget keperluan susu formula untuk sebulan. Duh! Lagi-lagi saya menemukan manfaat ASI J.
Oya terakhir, saya juga ingin berbagi informasi bahwa supermarket-supermarket sering berlomba-lomba mendiskon harga diapers. Biasanya diskon yang ditawarkan lumayan banyak. Makanya kita harus rajin mencari info dari teman, tetangga atau saudara supermarket mana yang bulan ini memberikan diskon atau bonus yang menguntungkan. Sebagai contoh suatu kali saya pernah mendapatkan diapers yang biasa diapakai anak saya di supermarket Q dijual dengan harga standard tapi isinya mendapat bonus 10 diapers! Lain waktu saya mendapati di supermarket V diapers yang biasa dijual dengan harga paling tinggi didiskon hingga berkurang 25 ribu rupiah!. Tetapi ingat ya, program seperti ini biasanya hanya berlaku selama satu bulan. Akhirnya kesimpulan saya memilih diapers bukan tergantung dari merek mana yang terkenal atau yang harganya mahal yang paling bagus. Tetapi tergantug pada cocok tidaknya di kulit bayi kita dan nyaman dikenakan oleh buah hati kita, itu yang terpenting. “Happy diapers hunting!”.