new mom on the blog

Say Hi to Diapers!

Posted on: February 10, 2007

Begitu punya bayi tentunya kita akan berkenalan akrab dengan salah satu benda yang punya nama diapers atau dalam bahasa Indonesia disebut pospak (popok sekali pakai). Nah, saya mau sharing tentang pengalaman saya dengan diapers, saya memilih menggunakan istilah diapers karena lebih familier dari pada pospak. Walaupun di masyarakat orang lebih sering menyebut popok sekali pakai ini dengan salah satu nama produk diapers yang populer. Dari pada dikira mempromosikan produk tersebut, lebih baik kita pakai kata diapers saja, ok?  Ibu saya pernah berkata betapa beruntungnya saya punya bayi dijaman yang sudah ada diapers. Sementara salah satu kakak ipar bercerita kalau 10 tahun yang lalu diapers itu barang langka di Indonesia, tidak seperti sekarang diapers mudah ditemukan di mini market sekalipun dan banyak pilihannya lagi. Yah, saya memang beruntung, soalnya nggak kebayang kalau sampai nggak ada diapers, mungkin saya akan sangat malas sekali mengajak Luna (anak saya) keluar rumah karena bawaan saya pasti bakalan banyak banget!. 

Awalnya persoalan diapers ini tampak sepele. Tapi ternyata tidak se-simple yang saya kira (walaupun nggak bikin pusing juga sih). Berhubung dari rumah sakit dibekali beberapa bungkus diapers (merek ternama, gratis lagi! Hehehe…), saya jadi keenakan, apalagi keuntungan dari memakai diapers selain tidak bau pesing dan cucian tidak terlalu banyak, bayi dapat tidur lebih tenang dibandingkan dengan menggunakan popok kain yang membuat bayi jadi sering terbangun setiap kali pipis atau pup karena merasa tidak nyaman. Lalu banyak orang yang mengomentari “kasihan bayinya kalau dipakaikan diapers terus, kulitnya nggak bisa bernafas, padahal kulit bayi baru lahir masih sangat sensitif”. Saya jadi kepikiran “iya juga ya..”. Apalagi mendengar dan membaca cerita-cerita bayi yang mengalami ruam popok, malah ada yang sampai kulitanya lecet dan terkelupas segala. Hiii… saya jadi takut.  Akhirnya, walaupun saya selalu menggunakan cream diapers untuk mencegah ruam popok dan sering mengganti diapers, saya memutuskan untuk membatasi pemakaiannya. Dari pagi hingga sore saya menggunakan popok kain. Malam hari baru menggunakan diapers supaya Luna tidur lebih nyenyak. Namun ketika Luna sudah lebih besar, sudah mulai makan dan banyak gerak (sudah bisa berguling, tengkurap, merangkak) saya memutuskan Luna kembali hanya memakai diapers setiap hari. Alasannya, Luna jadi lebih bersih apalagi saya mengurus Luna sendiri tidak ada yang membantu, jadi lebih praktis untuk saya. Dan kulit Luna juga sudah lebih kuat tidak lagi sensitif.  Persoalan lain yang muncul adalah memilih diapers yang paling baik. Karena banyaknya pilihan diapers di pasaran, saya sempat bingung mau menggunakan merek yang mana. Masing-masing merek memiliki keunggulan yang berbeda ada yang mengaku memiliki daya serap tinggi, tak ada bocor, tidak menyebabkan ruam popok, terbuat dari bahan yang menyerupai kain dan sebagainya. Akhirnya saya mengadakan survey dengan menanyakan merek diapers apa yang dipilih teman-teman dan saudara yang memiliki bayi atau batita, dengan harapan saya akan menemukan merek yang paling diminati adalah yang paling unggul. Tapi ternyata setiap orang punya pilihan yang berbeda-beda. Tiap orang juga punya pengalaman yang berbeda dengan satu merek diapers. Si A bilang merek X paling bagus, menurut pengalamannya merek tersebut memang tidak pernah bocor. Tapi Si B bilang anaknya tidak bisa pakai diapers merek X karena selalu bocor. Nah lho? Jadi bingung kan? Belum lagi ada seorang teman yang bilang bahwa yang mahal dan merek import itu jaminan mutu, tapi teman yang lain dengan penuh keyakinan meyakinkan saya untuk pakai saja yang murah karena menurut pengalamannya sama saja kulitasnya dengan yang mahal. Wah, saya jadi tambah bingung deh. 

Akhirnya atas anjuran seorang teman, saya sempat mencoba beberapa merek diapers. Dari yang paling mahal sampai yang paling murah pun saya coba, apalagi sekarang ini dijual kemasan kecil jadi kalau tidak cocok kita nggak rugi-rugi amat. Ternyata mencoba beberapa merek diapers adalah langkah yang paling tepat sebab keputusan akhir dari memilih diapers ada pada bayi dan kita.   Selama masa coba-coba diapers  ini, ada poin penting yang jadi penilaian utama yaitu diapers harus cocok dengan kulit Luna tidak menyebabkan ruam, lecet atau gatal dan nyaman dikenakan. Saya pernah membelikan salah satu diapers merek ternama tapi ternyata kulit sekitar pantatnya jadi beruntusan seperti biang keringat. Jadi merek popular bukan patokan pasti baik, karena kulit setiap anak berbeda-beda. Selanjutnya saya juga mempertimbangkan apakah ukuran dan bentuk diapers pas dengan tubuh anak saya, tidak  terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Sebab menurut pengalaman dan pengamatan saya setiap merek walaupun secara tertulis ukurannya sama tetapi ukuran riilnya berbeda, contoh dengan ukuran M (Medium) pada merek Z ketika saya pakaikan pada anak saya tampak kebesaran, tapi ukuran M (Medium) pada merek Y pas sekali di  anak saya. 

Saya juga punya cerita lain lagi dengan diapers  kali ini mengenai perekatnya. Begini ceritanya… suatu saat saya memilih merek J karena harganya cukup murah. Setelah dicoba ternyata cocok juga dengan kulit Luna. Berarti beres kan? Ternyata tidak, bahan perekat diapers merek J itu plastik seperti selotip. Jadi ketika saya membuka perekat untuk mengecek apakah diapers sudah penuh atau untuk mengencangkan kembali diapers, perekat tidak mau lengket lagi. Jadi terpaksa dibuang deh, padahal diapers itu belum ternoda sama sekali. Mubazir kan? Alhasil saya harus menyediakan diapers merek J dalam jumlah banyak, jadi kalau dihitung ongkosnya sama saja dengan merek lain yang lebih mahal tetapi perekatnya bagus, tetap lengket walaupun sudah kita buka tutup berulang kali. Setelah menyortir beberapa merek diapers yang cocok dikulit anak saya, pertimbangan yang terakhir adalah memilih yang diapers harganya paling cocok dengan kantong J. Maksudnya jangan sampai memaksakan membeli diapers yang harganya tinggi bagi kita dengan mengurangi anggaran lain yang mungkin sama pentingnya dengan diapers. Saya sendiri beruntung karena memberikan ASI pada Luna saya jadi tidak ada pengeluaran untuk membeli susu formula, dana dialokasikan untuk membeli diapers yang jumlah totalnya perbulan (dengan pemakaian setiap hari 24 jam nonstop!) masih kurang dari setengah budget keperluan susu formula untuk sebulan. Duh! Lagi-lagi saya menemukan manfaat ASI J. 

Oya terakhir, saya juga ingin berbagi informasi bahwa supermarket-supermarket sering berlomba-lomba mendiskon harga diapers. Biasanya diskon yang ditawarkan lumayan banyak. Makanya kita harus rajin mencari info dari teman, tetangga atau saudara supermarket mana yang bulan ini memberikan diskon atau bonus yang menguntungkan.  Sebagai contoh suatu kali saya pernah mendapatkan diapers yang biasa diapakai anak saya di supermarket Q dijual dengan harga standard tapi isinya mendapat bonus 10 diapers! Lain waktu saya mendapati di supermarket V diapers yang biasa dijual dengan harga paling tinggi didiskon hingga berkurang 25 ribu rupiah!. Tetapi ingat ya, program seperti ini biasanya hanya berlaku selama satu bulan.  Akhirnya kesimpulan saya memilih diapers bukan tergantung dari merek mana yang terkenal atau yang harganya mahal yang paling bagus. Tetapi tergantug pada cocok tidaknya di kulit bayi kita dan nyaman dikenakan oleh buah hati kita, itu yang terpenting.  “Happy diapers hunting!”.

5 Responses to "Say Hi to Diapers!"

Hai….
Saya juga melakukan hal yang sama dengan kamu. Nyoba-nyoba merek diapers dari yang murah sampai yang mahal.
Akhirnya tetap jatuhnya ke yang mahal.
Hehehehe…. untungnya merek tersebut sering banget ada diskonnya. Lumayan bisa sampe 20 – 25 ribu seperti yang kamu bilang.
Anak saya sekarang usia 8 bulan, pake diapers ukuran M.
Kalo merek yang biasa dipake lagi ga diskon, saya tetep pake merek yg sama cuma tipe laiinya bukan yang premium.
Kalo kategory New Born atau at least sampai usia 3 bulan deh… penting banget pake diapers yang bagusan, mengingat kulitnya masih sensitif.

Salam

Assalamu’alaikum
saya dah punya anak dua n dua2nya pk diapers all the time since born.yg pertama pas lahir di RS dah dipakein pampers n pulang juga dibawain satu pak so keterusan pk itu.tp lm2 pgn cari merk lain yg lbh murah tp masih merk.klo saya pk yg merk ato minimal dah teruji ato bnyk yg pake such as mamypoko,huggies,pampers.nah sekarang mo coba merk lain spt fitti,petpet ato eq,ktnya lumayan tp sy belum bandingin harga.bagi saya yg penting jgn plastik permukaan luar coz kulit g bisa napas,n klo ada beruntusan ato merah ksh myco z.bayi mah cepet bgt adaptasi n sembuh dr ruam.klo sampe lecet n terkelupas itu dah kelewatan,gak diperiksa kali.pokoknya klo dah mulai merah n beruntusan cpt obatin.n klo dah pup cepet ganti itu yg jd biang kerok.klo ada ruam,ya frekuensi lbh sering aja.saya sampe sekarang fine2 aja tuch.oke dech
wassalam

ass.wr.wb
saya punya dua orang anak yang aktif sekali pintar dan lucu dulu sewaktu saya bekerja di swasta pertama kali anak saya sering ngompol sampai2 males untuk nyucinya. kemudian saya mencoba diapers bayi merek favorit karena murahnya saya pakaikan ternyata belum sampai 1 jam selakangan anak saya memerah saya kasih minyak baby oil malah tambah merah. kemudian gak saya pakai kan lagi selang beberapa minggu berikutnya saya coba pakai sweety tapi ternyata dia kelihatan besar dan sering garuk pantat karena lembab oleh permukaan plastiknya sehingga kalo berjalan mekeh2 seperti atlet sumo. setelah ketemu teman sales yang bekerja di mamy poko menyarankan pakai mamy poko ternyata malah bocor karena saya lihat kapasitasnya sedikit sekali tidak sesuai iklan 5 gelas saya pikir kuat sampai hampir 1 liter akhirnya ma temen disuruh pakai diapers baru yang berbahan kain dan tidak tebal seperty sweety. aku beli POPOKU di sri ratu dengan harga 12800 dengan isi 10 akhirnya anak saya tidak pernah mengeluh dan tidur juga nyaman kalo boleh tau kira2 bahan kain punya efek samping nggak sepeti plastik karena saya dengar plastik lebih mudah iritasi

Assalamualaikum..
Wah..trnyata smua ibu2 sama ya,,pd nyoba2 smua merk.
Tp wktu anak pertama saya lahir..saya lgsung menggunakan diapers merk pampers yg newborn, alhamdulillah lgsung cocok. Bgitu seterusnya sampe pake ukuran S. Tp slanjutnya..stelah umur 6 bulan pake ukuran M saya ganti pake diapers clana merk momypoko. Anak saya pergerakannya sangaaat aktif..Soalnya design nya lebih tebal dan lembut..jadi lebih nyaman,,dan cukup untuk anak saya. Klo pampers..design nya Spt nya lebih tipis,,jadi kurang cocok untuk anak saya, sebenarnya untuk ke kulit..tidak berpengaruh apa2..baik2 saja,, hanya agak sedikit lembab..dan pampers terlihat sangaaat penuh,, Sedang klo dengan momypoko..kulit anak saya ttp kering dan normal. Sampe sekarang, anak saya berusia 1 th 5 bulan pake momypoko yg celana dgn ukuran XL.
Menurut saya..pd prinsipnya,, memilih diapers klo mengenai harga siy relatif..yg penting nyaman dan cocok untuk anak
Dan tetap harus slalu di cek..apakah pup,,ato pipisnya udah bnyak. Smakin kita cepat ganti, kulit anak pun jadi terawat..

hihihi jd inget anak pertama dlu budget diapers beratt bgt tiap bulan. untung saya kemudian kenal cloth diaper. jd pas anak sy setaun saya sudah ngga beli diaper atau pospak lg, saya ganti dgn clodi. bisa dicuci dan aman utk kulit anak. skalian menjaga bumi biar ga kepenuhan pospak yg kotor ^_^
memang harga clodi mahal, yg merk china saya antara 100-140rb klo lokal 50-100rb utk 1 pcs clodi yg bertahan 4jam pemakaian tgantung pipis bayi ya. tp saya liat dr investasi jangka panjangnya. selamanya saya tidak perlu beli pospak dan itu membantu sekali,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: